Posted by
Fauzya Harahap
Aug 26, 2011
Mencoba peruntungannya kembali setelah 11 tahun perayaan kegagalan Scream 3, sang spesialis film horor Wes Craven kembali hadir menyutradarai Scream 4.
Karakter-karakter yang sama namun lebih tua tetap bermunculan. Meski demikian semuanya dikompensasi dengan sederetan bintang muda berpenampilan segar dan menarik serta parade teknologi dan gadget. Singkatnya adalah sesuatu yang biasanya dikhususkan dalam mengambil hati segmen tertentu. Arguably, alasannya memang film horor seperti ini rata-rata disenangi oleh remaja.
Formulanya sendiri masih tetap sama. Dari segi kesuksesan tentu tidak seperti saat pemunculan perdana Scream (1996) dan sekuelnya Scream 2 (1997). Selain itu Scream memang berhasil menciptakan kultus film horor baru sekaligus revival generasi film horor sebelumnya. Dengan mengedepankan tension building and suspense, Scream kembali berkreasi dengan cara-cara menikam yang baru. Herannya selalu saja terdapat adegan-adegan komedi tidak bermutu yang menyelinginya.
Ceritanya kembali berputar sekitar Sidney Prescott (Neve Campbell) yang tengah kembali ke Woodsboro untuk mempromosikan buku terbarunya. Seperti membawa sial, pembunuhan berantai kembali terjadi yang tentunya dilakukan oleh sang legenda, Ghostface. Sang sheriff, Dewey Riley (David Arquette) serta istrinya Gale Riley (Courteney Cox) kembali berperan sebagai para investigator sedangkan Sidney kembali mempertaruhkan nyawa dengan kepercayaan dirinya yang khas. Seperti biasa, siapakah sang Ghostface kali ini?
Selain para bintang kawakan, Scream 4 juga didukung oleh aktor aktris remaja masa kini seperti Emma Roberts, Adam Brody, Hayden Panettiere, serta Rory Culkin. Meski tema film seperti ini tidak lagi segar tapi tetap saja mengundang rasa ingin tahu serta tentunya mengobati kerinduan para hardcore fans untuk genre ini.
“written by: Rian Farisa”